Makalah
Mata Kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan Medan, April
2019
KLASIFIKASI DAN JENIS-JENIS MANFAAT
SUMBERDAYA HUTAN
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko., S.Hut., M.Si.
Oleh:
Yesi Maria Damanik
171201066
Hut 4D
PROGRAM STUDI
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha
Esa atas rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Klasifikasi dan Jenis-Jenis Manfaat Sumberdaya Hutan”
ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan bagi mahasiswa
program studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan terima kasih
kepada bapak Dr.Agus Purwoko., S.Hut., M.Si. selaku dosen mata kuliah atas
bimbingan dan juga pengajarannya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman di lingkungan kampus karena telah membantu dalam penyelesaian makalah
ini dengan memberikan dukungan dan semangat.
Penulis menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan. Maka dari itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.
Medan, April 2019
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Hutan adalah salah satu
tempat dimana tersimpan kekayaan sumber daya alam yang merupakan sumber
kehidupan bagi makhluk hidup. Oleh karena itu hutan mempunyai sejuta manfaat
bagi kehidupan manusia. Manfaat hutan selain sumber bahan baku kayu, juga
mengatur tata air, habitat berbagai tumbuhan dan satwa liar. Indonesia
merupakan negara kepulauan terletak diantara dua benua yaitu Asia dan
Australia, yang memiliki iklim tropis. Karena letaknya dan termasuk kawasan
tropika, maka Indonesia memiliki keanekaragaman yang tinggi. Oleh karena itu
Indonesia disebut sebagai Negara Megabiodiversity
yang berarti mempunyai keanekaragaman hayati sangat
tinggi.
Hutan
menurut Undang-Undang tentang Kehutanan Nomor 41 tahun 1999 adalah suatu
kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang
didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan
lainnya tidak dapat dipisahkan. Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di
seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan
di pulau kecil
maupun di benua besar.
Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya.
Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang
luas seperti di dunia dan biasanya berfungsi sebagai penampung suatu karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus
hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer
Bumi yang paling
penting. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga
tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah
yang cukup luas. Pohon adalah
tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun. Jadi, tentu berbeda
dengan sayur-sayuran atau padi-padian yang hidup semusim saja. Pohon
juga berbeda karena secara mencolok memiliki sebatang pokok tegak berkayu yang
cukup panjang dan bentuk tajuk (mahkota daun) yang jelas.
Suatu
kumpulan pepohonan dianggap hutan jika mampu menciptakan iklim dan kondisi
lingkungan yang khas setempat, yang berbeda daripada daerah di luarnya. Jika
kita berada di hutan hujan tropis, rasanya seperti masuk ke dalam ruang sauna yang hangat dan
lembap, yang berbeda daripada daerah perladangan sekitarnya. Pemandangannya pun
berlainan. Ini berarti segala tumbuhan lain dan hewan (hingga yang
sekecil-kecilnya), serta beraneka unsur tak hidup lain termasuk bagian-bagian
penyusun yang tidak terpisahkan dari hutan. Hutan sebagai suatu ekosistem tidak
hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non
kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman
pertanian pada lahan hutan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan klasifikasi sumberdaya hutan?
2. Apa saja jenis-jenis dan pemanfaatan sumberdaya alam?
3. Bagaimana potensi manfaat sumber daya hutan kayu terentang?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian klasifikasi sumberdaya hutan.
1. Untuk mengetahui pengertian klasifikasi sumberdaya hutan.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis dan pemanfaatan sumberdaya alam.
3. Untuk mengetahui potensi manfaat sumber daya hutan kayu terentang.
3. Untuk mengetahui potensi manfaat sumber daya hutan kayu terentang.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Klasifikasi Sumberdaya Hutan
Hutan di Indonesia, menurut UU No 41
tahun 1999, dibagi menjadi tiga berdasarkan fungsinya, yaitu hutan konservasi,
hutan lindung dan hutan produksi. Sebuah adagium menyatakan bahwa klasifikasi suatu bidang mencerminkan kemajuan
suatu ilmu di bidang tersebut. Semakin maju suatu bidang ilmu, klasifikasi
bidang yang dipelajarinya menjadi semakin rinci. Klasifikasi juga mencerminkan
tujuan pengelolaan. Dalam suatu organisasi, pembagian bidang disesuaikan
dengan tujuan organisasi tersebut. Klasifikasi hutan ke dalam tiga fungsi mencerminkan tujuan
pengelolaan hutan di Indonesia. Klasifikasi hutan secara ekologis tentu saja
berbeda dari klasifikasi hutan secara legal, karena tujuannya berbeda, yaitu
untuk ilmu pengetahuan.
Sumberdaya
Alam adalah keseluruhan dari faktor fisik, kimia, biologi, dan sosial yang
merupakan elemen pembentuk ekosistem disekitar kita. Ekosistem adalah tatanan
unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling
mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas
lingkungan hidup. Sumberdaya alam juga merupakan semua yang berasal dari bumi,
biosfer, dan atmosfer, yang keberadaannya tergantung pada aktivitas manusia.
Sumberdaya ini tidaklah selalu bersifat fisik, tetapi ia juga dapat bersifat
non-fisik.
Agar
tujuan pengelolaan hutan dapat
tercapai, kllasifikasi hutan di Indonesia harus direvisi. Ada beberapa
prinsip
yang harus dipertimbangkan dalam revisi klasifikasi kawasan hutan.
Pertama, klasifikasi harus didasarkan pada fungsi hutan dan tujuan
pengelolaannya. Fungsi kawasan dan tujuan pengelolaan tersebut
harus sesuai satu sama lain dan dirumuskan dengan jelas. Misalnya hutan
yang
dari keadaan alamnya berfungsi untuk perlindungan daerah resapan air,
maka tujuan pengelolanya adalah melindungi daerah resapan air. Kegiatan
yang
diizinkan dilakukan di kawasan tersebut harus mendukung perlindungan
terhadap
fungsi kawasan tersebut dan pencapaian tujuan pengelolaan. Tujuan yang
bersifat abstrak, seperti melindungi system penyangga kehidupan
sebaiknya
dihindari.
2.2 Jenis-Jenis Sumberdaya
Alam
Adapun jenis-jenis dari
sumberdaya hutan yaitu sumberdaya alam.
Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang ada di permukaan bumi dan hidup, antara lain hewan dan tumbuhan. Ciri utama dari sumber daya alam hayati adalah tumbuh, bergerak, berkembang biak, bernafas, dan membutuhkan makanan. Sumber daya alam non-hayati adalah sumber daya alam yang ada di atas permukaan bumi dan di bawah permukaan bumi tetapi tidak hidup, antara lain tanah, udara dan air.
Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang ada di permukaan bumi dan hidup, antara lain hewan dan tumbuhan. Ciri utama dari sumber daya alam hayati adalah tumbuh, bergerak, berkembang biak, bernafas, dan membutuhkan makanan. Sumber daya alam non-hayati adalah sumber daya alam yang ada di atas permukaan bumi dan di bawah permukaan bumi tetapi tidak hidup, antara lain tanah, udara dan air.
Hutan
merupakan salah satu sumber daya alam yang bernilai sosial ekonomi tinggi dan
telah banyak dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Manfaat hutan bagi
manusia, berupa manfaat langsung dan tidak langsung. Analisis regresi
menunjukan bahwa nilai manfaat hasil hutan dipengaruhi oleh variabel umur.
Pendapatan masyarakat dari hasil hutan belum bisa mendukung kesejahteraan
masyarakat pada taraf hidup layak, karena menurut kriteria Sajogyo tingkat
kesejahteraan masyarakat dari hasil hutan masih berada pada taraf paling miskin
sampai dengan miskin.
2.3 Potensi Manfaat Sumber Daya
Hutan Kayu Terentang
Di Indonesia persebarannya
di daerah Sumatera dan Kalimantan. Terentang putih menghasilkan kayu lunak
yang berbobot ringan; kerapatan kayunya kira-kira 370 kg/m³ pada kandungan air
sekitar 17%. Kayu Terentang memiliki
nama latin Campnosperma spp, termasuk dalam famili Anacardiaceae.
Adapun klasifikasi Terentang
sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
(Tumbuhan)
Ordo :
Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Campnosperma
Spesies : Campnosperma auriculatum
Terentang putih (Campnosperma auriculatum) adalah sejenis pohon
penghuni rawa-rawa dari suku Anacardiaceae. Pohon ini menghasilkan kayu terentang yang berkualitas cukup baik dan diperdagangkan secara internasional. Terentang banyak di temukan di Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja ,Indonesia dan Malaysia. Kayu terentang dinilai berkualitas baik, ringan, halus, lurus seratnya,
tidak mudah belah, mudah dikerjakan, bebas dari bubuk, dan pada umumnya bebas
dari rayap.
Di Bangka,
kayu ini dipakai untuk membuat papan dan baling-baling kincir air. Kayunya juga
dipakai untuk membuat sampan.
Dari biji terentang,
setelah digoreng dan dikempa, dapat diperoleh minyak nabati. Oleh orang-orang Sumatera bagian selatan, minyak ini dipakai sebagai minyak goreng dan minyak lampu.
Batang tanaman terentang dapat mencapai tinggi 40
m, dengan diameter mencapai 90 cm, daun berbentuk elips, dengan buah berwarna
hitam. Terentang hidup di daerah rawa gambut. Tanah gambut adalah tanah-tanahyang jenuh air, tersusun dari bahan tanah
organik berupa sisa-sisa tanaman dan jaringan tanaman yang telah melapuk dengan
ketebalan lebih dari 50 cm. Terentang memiliki
nilai jual yang sangat menjanjikan, maka jenis ini menjadi salah satu sasaran
perburuan oleh masyarakat setempat atau lokal sebagai salah satu sumber mata
pencaharian, seperti di Kalimantan Tengah.
